AKU SEDIH DENGAN KISAH YANG INDAH
Aku sedih dengan ukiran yang indah
Terbuai dalam kehangatan kasih
Hingga akhir menjemput sebagai pemisah
Jiwa yang kuat kini menemui kalah
Aku sedih dengan ukiran yang indah
Cinta dan garis tangan saling menuduh
Hingga kita menemui runtuh
Cerita kini bukan lagi tentang kasih
Aku sedih
dengan ukiran yang indah
Luka yang begitu menusuk
Hingga kita menemui akhir yang lumpuh
Aku sedih
Dengan ukuran yang indah
Yang berhenti hingga tak mempu melangkah
Hingga tenggelam oleh takdir yang pedih
Aku sedih
Dengan ukiran yang indah
Terlampau bahagia hingga menemui bodoh
Hingga tak mampu melawan pisah
Aku sedih dengan ukiran yang indah
Aku hanya menangis meratapi takdir
Bahkan tak lagi mampu berpikir
Kepada senja aku mengadu
Tentang betapa pedihnya hatiku
Tentang takdir yang begitu kejam
Yang memaksa untuk pasrah dalam diam
Kupang, 19 Januari 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar