-REMBULAN DIWAJAHMU-
Oleh: Yabes Ottu
Terimkasih rembulan
Yang menemani dalam kegelapan
Gelapku kau menadah
Engkau tak pernah memilah
Rembulan di wajahmu
Alangkah indah parasmu
Aku ingin memulai
Ingin ku cipta episode pertama
Bahkan aku ingin mengakhiri bersama
Duhai rembulan senja
Sinar wajahmu menerangi gulita
Wahai engkau rembulan senja
Aku mengiringi mu sampai tepi
Aku kagum, ini bukan rayuan
Tapi bukti tertera
Mengertilah rembulan
Tanpa aku harus bicara
Yabes M. Ottu
Senin, 20 Januari 2020
-SALAHMU JUGA SALAHKU-
Engkau yang merakit
Tapi tak ingin mengakui
Katamu aku yang salah
Menuduh tak ingin mengalah
Nampak bagaikan bayangan
Semua tak menyenangkan
Terdengar konsep
tapi tak terlihat
Semua seolah tak hidup
Kita itu satu
Iya, kamu adalah aku
Salahmu juga salahku
Tapi engkau yang berkuasa
Yang mulia yang mengatur
Dan aku adalah pelaku dan pendengar
Engkau ada
Sehingga akupun ada
Dan akupun ada
Sehingga engkau ada
Aku lahir besar
karena kamu
Dan engkau besar
Karena aku
Tapi salahkah jika aku mengkritk
Aku bukan mengolok
Hanya sekedar petunjuk
Engkau yang merakit
Tapi tak ingin mengakui
Katamu aku yang salah
Menuduh tak ingin mengalah
Nampak bagaikan bayangan
Semua tak menyenangkan
Terdengar konsep
tapi tak terlihat
Semua seolah tak hidup
Kita itu satu
Iya, kamu adalah aku
Salahmu juga salahku
Tapi engkau yang berkuasa
Yang mulia yang mengatur
Dan aku adalah pelaku dan pendengar
Engkau ada
Sehingga akupun ada
Dan akupun ada
Sehingga engkau ada
Aku lahir besar
karena kamu
Dan engkau besar
Karena aku
Tapi salahkah jika aku mengkritk
Aku bukan mengolok
Hanya sekedar petunjuk
-PELUKLAH JIWA KETULUSAN-
Oleh : Yabes Ottu
Tak perlu sedu hati
Tak perlu menangis
Kembalikan rona indahmu
Jangan terbitkan sesal dalam kalbu
Hai sobat kecil, ini dunia bukan surga
Syukuri hidup apa adanya
Lukiskan sakinah dalam sukma
Biarkan sukmamu bergembira
Jangan sesalkan takdir ilahi
Tak boleh kau salahkan dunia ini
Lepaslah luka batin bersama senja
Peluklah jiwa ketulusan
Biarkan nuranimu bersih tak ternoda
Kawan, setiap ingin takkan nyata
Namun harap jangan hilang
Tetaplah menghadap bintang
Jadilah gemilang
Jangan langkah mu tak seirama
Tak perlu merintih
Jangan mengalah
Sebab engkau tak salah
Engkau hanya perlu mencoba
Biarkan fajarmu bercahaya
Taklukan dunia
Biarkan jiwamu megar
Tak boleh terlantar
Peluklah ketulusan
Tetaplah mendekap harapan
Oleh : Yabes Ottu
Tak perlu sedu hati
Tak perlu menangis
Kembalikan rona indahmu
Jangan terbitkan sesal dalam kalbu
Hai sobat kecil, ini dunia bukan surga
Syukuri hidup apa adanya
Lukiskan sakinah dalam sukma
Biarkan sukmamu bergembira
Jangan sesalkan takdir ilahi
Tak boleh kau salahkan dunia ini
Lepaslah luka batin bersama senja
Peluklah jiwa ketulusan
Biarkan nuranimu bersih tak ternoda
Kawan, setiap ingin takkan nyata
Namun harap jangan hilang
Tetaplah menghadap bintang
Jadilah gemilang
Jangan langkah mu tak seirama
Tak perlu merintih
Jangan mengalah
Sebab engkau tak salah
Engkau hanya perlu mencoba
Biarkan fajarmu bercahaya
Taklukan dunia
Biarkan jiwamu megar
Tak boleh terlantar
Peluklah ketulusan
Tetaplah mendekap harapan
RUANG RINDU
Oleh : Yabes Otu
Untuk : Pemilik rindu
Ia hadir di setiap mempi
Rambut hitamnya yang terikat anggun
Bias roman nan indah menawan
Gigi berbaris apik
Bibir tipis merah merona
Hidung mancung
Bola mata yang indah cemerlang
Membuat wajah bundar semakin cantik
Di saat raga tak bersama
Dia menjadi alasan aku merindu
Romannya selalu hadir
Di setiap sudut-sudut
Sepi, ijinkan aku merindu
Biarkan dalam angan memeluknya erat
Lewat udara ku bisikan cinta suci
Dalam penantian aku ingin teguh
Tak ingin mengalah
Wahai angin barat yang silir-semilir
Kemarilah, ingin ku menitip pesan
Katakanlah padanya, aku sangat rindu
Oleh : Yabes Otu
Untuk : Pemilik rindu
Ia hadir di setiap mempi
Rambut hitamnya yang terikat anggun
Bias roman nan indah menawan
Gigi berbaris apik
Bibir tipis merah merona
Hidung mancung
Bola mata yang indah cemerlang
Membuat wajah bundar semakin cantik
Di saat raga tak bersama
Dia menjadi alasan aku merindu
Romannya selalu hadir
Di setiap sudut-sudut
Sepi, ijinkan aku merindu
Biarkan dalam angan memeluknya erat
Lewat udara ku bisikan cinta suci
Dalam penantian aku ingin teguh
Tak ingin mengalah
Wahai angin barat yang silir-semilir
Kemarilah, ingin ku menitip pesan
Katakanlah padanya, aku sangat rindu
-SUNGGUH AKU RINDU-
Oleh : Yabes Ottu
Sungguh aku rindu
Memelukmu erat dalam bayang
Saat mata tak ingin buntu
Tatkala mentari pagi tak lekas pulang
Sungguh aku rindu
Gelebah pun tak ingin pergi
Bagai padang pasir merindu embun
Yang tak kerap menghampiri
Sunguh aku rindu
Mata hati mengelih dalam hampa
Dalam bayang menggengam tanganmu
Mendekapmu erat dalam fatamorgana
Sungguh aku rindu
Cemas dan rindu kembali berbaris padu
Bagai rembulan merindu mentari
Bagai gendang mengharap penari
Sungguh aku rindu
Jemari menari bersama pena
Menghidupkan sebait harapan di atas kertas
Yang berdiri kokoh atas nama cinta
Aku rindu
Sungguh ini kata nuraniku
Bukan nikmat rayu
Oleh : Yabes Ottu
Sungguh aku rindu
Memelukmu erat dalam bayang
Saat mata tak ingin buntu
Tatkala mentari pagi tak lekas pulang
Sungguh aku rindu
Gelebah pun tak ingin pergi
Bagai padang pasir merindu embun
Yang tak kerap menghampiri
Sunguh aku rindu
Mata hati mengelih dalam hampa
Dalam bayang menggengam tanganmu
Mendekapmu erat dalam fatamorgana
Sungguh aku rindu
Cemas dan rindu kembali berbaris padu
Bagai rembulan merindu mentari
Bagai gendang mengharap penari
Sungguh aku rindu
Jemari menari bersama pena
Menghidupkan sebait harapan di atas kertas
Yang berdiri kokoh atas nama cinta
Aku rindu
Sungguh ini kata nuraniku
Bukan nikmat rayu
-MERINDUKAN PELUKAN-
Oleh: Yabes Ottu
Kupang, 11 juli 2019
Dibawah mekar rembulan
Segelas kopi pahit menjadi kawan
Mencoba merenungkan keadaan
Yang kian semakin ada
Sukma mengetuk berdebar
tak keharuan
Mungkin ini tentang pelangi
Yang tak disamping kanan
Bisa saja tentang mawar
Yang tak sempat berada disini
Mencoba melirik bulan
Dia hanya tersenyum tapi tak bersuara
Tak memeri respon
Lagi pada sekawanan bintang
Tapi mereka tak bicara
Hanya menari girang
Menhibur cakrawala
Membuang pandangan pada gegana
Tapi hanya guram
Tak ada isyarat dikelam malam
Pada angin malam yang perlahan-lahan
Tapi hanya menambah dingin
Sungguh ini tentang kesepian
Dan aku merindukan pelukan
Oleh: Yabes Ottu
Kupang, 11 juli 2019
Dibawah mekar rembulan
Segelas kopi pahit menjadi kawan
Mencoba merenungkan keadaan
Yang kian semakin ada
Sukma mengetuk berdebar
tak keharuan
Mungkin ini tentang pelangi
Yang tak disamping kanan
Bisa saja tentang mawar
Yang tak sempat berada disini
Mencoba melirik bulan
Dia hanya tersenyum tapi tak bersuara
Tak memeri respon
Lagi pada sekawanan bintang
Tapi mereka tak bicara
Hanya menari girang
Menhibur cakrawala
Membuang pandangan pada gegana
Tapi hanya guram
Tak ada isyarat dikelam malam
Pada angin malam yang perlahan-lahan
Tapi hanya menambah dingin
Sungguh ini tentang kesepian
Dan aku merindukan pelukan

AKU LELAH
Oleh: Yabes Ottu
Biarkan aku menutup mataku
Dan sejenak terlelap
Hanya untuk sekedar menenangkan hatiku
Dari gejolak rasa yang masih berkisah tentangmu
Biar aku terbenam dalam lelahku
Hanya sekedar mengistirahatkan ingatanku
Yang masih juga tentangmu
Dan biarkan aku menutup mataku sejenak saja
Hanya untuk melihat kembali kenangan yang pernah ada
Tanpa aku harus membuka mata
Karna itu adalah cara satu-satunya
Menenangkan jiwaku
Dari bayang-bayang tentang dirimu
Langganan:
Postingan (Atom)
-REMBULAN DIWAJAHMU- Oleh: Yabes Ottu Terimkasih rembulan Yang menemani dalam kegelapan Gelapku kau menadah Engkau tak pernah memilah ...
-
-MERINDUKAN PELUKAN- Oleh: Yabes Ottu Kupang, 11 juli 2019 Dibawah mekar rembulan Segelas kopi pahit menjadi kawan Mencoba merenungkan...
-
AKU LELAH Oleh: Yabes Ottu Biarkan aku menutup mataku Dan sejenak terlelap Hanya untuk sekedar menenangkan hatiku Dari gejolak rasa ...